Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai jenis suku bangsa. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki bahasa dan budayanya sendiri. Dalam keragaman bahasa inilah, bahasa Indonesia berperan sebagai bahasa persatuan. Bahasa menunjukkan identitas suatu bangsa. Bahasa bukan hanya berbentuk lisan maupun tulis, melainkan juga berbentuk ekspresi. Penetapan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional pertama kali dicetuskan dalam peristiwa Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 sehingga bulan Oktober disebut juga dengan Bulan Bahasa Indonesia.

Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa tersebut, Ikatan Keluarga Sastra Indonesia (IKSI) UI akan mengadakan Festival Bulan Bahasa Indonesia (Falasido) 2012. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan yang diadakan setiap tahun oleh IKSI UI. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang bertema bahasa, Falasido 2012 mengangkat satu tema yang lebih khusus, yaitu dongeng. Kami memilih tema “Mengangkat Eksistensi Dongeng sebagai Warisan Budaya Bangsa”. Alasan memilih tema tersebut karena keberadaan dongeng mulai dilupakan oleh masyarakat saat ini. Padahal, dongeng mengandung kearifan lokal bangsa. Selain itu, dongeng merupakan salah satu alat untuk menyampaikan imajinasi melalui bahasa.

Masa kanak-kanak merupakan bagian terpenting dalam kehidupan seseorang karena pada masa inilah kepribadian seseorang mulai terbentuk. Anak-anak saat ini sudah terpengaruh oleh gaya hidup orang tua. Banyak anak saat ini yang tidak mengenal dongeng seperti dulu. Anak-anak lebih tertarik menonton televisi atau bermain game. Dongeng memiliki nilai-nilai positif yang membantu perkembangan kepribadian anak. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita menaruh kepedulian terhadap dongeng anak karena dongeng memiliki nilai-nilai luhur yang bisa dijadikan teladan.